Ketika kita berbicara masalah intelektual dan
emosional maka kata-kata otak kanan dan
otak kiri akan hadir sebagai pelengkap
yang wajib. Karena banyak orang yang menganggap
masalah-masalah yang datang dengan mudah diselesaikan dengan intelektual
yang menopang atau otak kiri, dan justru sebaliknya emosional jarang digunakan
apabila masalah menimpa seseorang padahal faktanya kesuksesan dalam segala
bidang itu lebih condong dengan emosional karena banyak orang yang
intelektualnya tak bisa diragukan lagi justru menjadi orang yang gagal atau
mungkin berhasil menjadi apa yang diingginkan tapi akhir-akhirnya justru menjadi
langganan meja hijau
Tahukah
kita bahwa orang yang hanya mengandalkan intelektual semata adalah orang yang
berpikir dengan otak kiri dengan kata lain ia akan termasuk golongan kiri ,dan
sebaliknya kecerdasan emosional (EQ) itu ada di otak kanan dengan kata lain
orang yang mengandalkan EQ adalah golongan kanan.
Buktinya
sejak 1930-an para pakar meyakini bahwa otak kiri adalah otak rasional, yang
terkait dengan IQ. Sementara otak kanan adalah otak emosional ,yang terkait
dengan EQ. Dan 80% dari
kesuksesan itu yang menentukan adalah otak kanan lantaran tak
terpisahnya otak kanan dengan EQ
Tanpa
kita sadari ternyata alam banyak memberikan kita contoh-contoh yang akan mendukung
kesempurnaan teori diatas sebagai contoh
·
Budaya islam, kristen, dan
indonesia,akrab dengan istilah- istilah
serba kanan yangseluruhnya identik dengan kebaikan.
·
Kalau kitab suci Al-qur’an punya istilah’ golongan kanan’ ,maka
injil juga punya istilah ‘domba sebelah kanan’.
·
Kalau orang padang punya
istilah’langkah kanan’ maka orang batak
punya istilah ‘jalan sebelah kanan’. Bangsa indonesia sendiri punya istilah
‘tangan kanan’ dan semua itu berarti kebaikan
·
Al-quran dibaca dari
kanan ke kiri, tidak seperti kitab-kitab yang lainnya
·
Dalam bahasa inggris
kata’RIGHT’ berarti’ benar’ dan secara kebetulan juga berarti ‘kanan ‘ mungkin
itu isyarat bahwa yang kanan itu selalu benar
·
Dan secara kebetulan
juga kata ‘LEFT ’ berarti’ kiri’ dan’ ketinggalan’ mungkin ini isyarat bahwa
golongan kiri itu selalu ketinggalan
·
Dalam lalu lintas kita
akan menemukan rambu-rambu bertuliskan “Gunakan lajur kanan untuk mendahului.”
Dan sebaliknya “Gunakan lajur kiri untuk lambat-lambat.”dan kita pasti sudah
tahu maksudnya bahwa golongan kanan itu selalu mendahului golongan kiri.
·
Dalam angkutan umum kita
sering mendengar penumpang berteriak “kiri-kiri”.maka angkutan akan melambat
dan berhenti. Mungkin ini isyarat bahwa kiri itu artinya lambat-lambat
·
Ketika wisuda, rektor
memindahkan tali ditopi wisudawan dari kiri ke kakan.ungkin ini isyarat,
“selamat tinggal dunia kampus yang kiri .dan selamat datang dunia nyata yang
kanan.”
·
Ketika lagu khas jawa
timur dinyanyikan,”rek ayo rek!.” Maka kita akan bergumam,”right,ayo right!,”he
he he
·
Kesimpulannya nganan itu lebih baik daripada ngiri.
Jadi masihkah kita mempertahan kan kebiasaan
kita menjadi golongan kiri yang ALLAH akan tempatkan di neraka